Lapangan sepak bola

Untuk laga internasional dewasa, lapangan sepak bola internasional yang dipakai mempunyai panjang yang sekitar di antara 100-120 mtr. dan lebar 65-75 mtr..[63] Pada bagian tengah ke-2 ujung lapangan, ada tempat gawang yang berbentuk persegi empat memiliki ukuran dengan lebar 7.32 mtr. dan tinggi 2.44 mtr..[63] Pada bagian depan dari gawang ada tempat penalti yang memiliki jarak 16.5 mtr. dari gawang.[63] Tempat ini adalah batasan penjaga gawang bisa tangkap bola dengan tangan dan tentukan kapan sebuah pelanggaran memperoleh hadiah sepakan penalti atau mungkin tidak.[63]

Lama permainan sepak bola normal ialah 2 × 45 menit, ditambahkan istirahat sepanjang 15 menit antara ke-2 set.[63] Bila posisi sama seimbang, karena itu diselenggarakan waktu perpanjangan sepanjang 2 × 15 menit, sampai didapatkan juara, tetapi bila imbang karena itu diselenggarakan beradu penalti.[63] Wasit bisa tentukan berapakah waktu tambahan setiap akhir set sebagai alternatif dari waktu yang lenyap karena penggantian pemain, luka yang memerlukan bantuan pertolongan, atau pemberhentian yang lain. Waktu tambahan ini dikatakan sebagai injury time atau stoppage time.[63]

Gol yang diciptakan dalam waktu perpanjangan akan dihitung menjadi score akhir laga, dan gol dari beradu penalti cuma tentukan bila sesuatu team bisa melesat ke laga seterusnya atau tidak (tidak mempengaruhi score akhir).[63] Di akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) berlakukan mekanisme gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menuntaskan laga.[63] Dalam mekanisme gol emas, team yang pertama kalinya cetak gol kala waktu perpanjangan berjalan bisa menjadi juara, dan dalam gol perak, team yang pimpin di akhir set waktu perpanjangan pertama akan keluar sebagai juara.[63] Ke-2 mekanisme itu tak lagi dipakai oleh IFAB.[63]

Pelanggaran

Jika pemain lakukan pelanggaran yang lumayan keras karena itu wasit bisa memberi teguran dengan kartu kuning atau kartu merah.[64] Laga akan disetop sebentar dan wasit memperlihatkan kartu di depan pemain yang menyalahi selanjutnya menulis namanya di buku.[64] Kartu kuning adalah peringatan atas pelanggaran seperti berlaku tidak sportif, dengan tanpa henti menyalahi ketentuan, berbeda kata-kata atau perlakuan, tunda mengawali lagi laga, masuk-keluar laga tanpa kesepakatan wasit, atau tidak menjaga jarak dari pemain musuh yang melakukan sepakan bebas atau lemparan ke.[64] Pemain yang terima dua kartu kuning akan memperoleh kartu merah dan keluar laga.[64]

Pemain yang memperoleh kartu merah harus keluar laga tidak dapat diganti pemain yang lain.[64] Contoh-contoh perlakuan yang bisa diganjar kartu merah ialah pelanggaran berat yang mencelakakan atau mengakibatkan luka kronis pada musuh, meludah, lakukan kekerasan, menyalahi musuh yang berusaha cetak gol, sentuh bola dengan tangan untuk menghambat gol untuk seluruh pemain terkecuali kiper, dan memakai bahasa atau gerak badan yang condong melawan, pemain yang berposisi sebagai kiper lakukan hands ball di luar kotak penalti.[64]

Wasit dan petugas laga

Dalam laga professional, ada 4 petugas yang pimpin jalannya laga, yakni wasit, 2 hakim garis, dan seorang petugas di tepi lapangan tengah dan wasit gawang yang ada di tepi gawang.[65] Wasit mempunyai semprit yang mengisyaratkan apa waktu stop atau mengawali mainkan bola.[65] Ia bekerja memberi hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di atas lapangan.[65] Masing-masing penjaga garis bertanggungjawab memantau 1/2 sisi dari lapangan.[65] Mereka bawa bendera dengan warna jelas untuk mengisyaratkan ada pelanggaran, bola keluar, atau offside.[65] Umumnya mereka akan bergerak ikuti posisi pemain belakang paling akhir.[65]

Petugas paling akhir mempunyai pekerjaan untuk menulis semua waktu yang sebelumnya sempat berhenti sepanjang laga berjalan dan memberi informasi berkenaan tambahan waktu diakhir tiap set.[65] Petugas ini bekerja mengecek penggantian pemain dan menjadi penyambung di antara manager team dengan wasit.[65] Dalam pertandingan-pertandingan, tehnologi pemakaian video atau pemakaian orang ke-5 untuk tentukan keakuratan keputusan wasit mulai dipakai.[65] Contohnya untuk tentukan apa sesuatu bola sudah melalui garis atau apa seorang pemain ada pada kondisi offside saat cetak gol.[65] Disamping itu, sebagai penetapan dalam menganalisa pelanggaran yang terjadi seperti penetapan titik putih (penalti) dan penetapan kartu merah untuk yang menyalahinya.[65]